Search Engine adalah salah satu platform yang digemari oleh banyak orang, karena sifat alamiah manusia yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

Melalui sebuah kolom pencarian, orang bisa mencari informasi apapun, selama informasi tersebut disediakan secara publik oleh pemilik atau penyedia informasi.

Biasanya informasi ini disediakan secara individu, kelompok, atau lembaga-lembaga yang memiliki otoritas untuk menampilkan info tersebut ke khalayak umum.

Dikarenakan fitur canggihnya yang bisa menemukan informasi secara akurat, Search engine kemudian banyak dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai macam strategi marketing oleh banyak pihak, tidak terkecuali pemilik Bisnis, yang ingin produk atau jasanya dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Lahirnya strategi Search Engine Marketing

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, para pemilik website mulai memanfaatkan mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, Yandex, hingga search engine-engine lainnya untuk memasarkan produk mereka (dalam bentuk web) dengan berbagai macam cara. Dua diantaranya dikenal dengan Istilah Search Engine Optimisation dan Advertising On Search Engine.

Search Engine Optimisation

Search Engine Optimisation (SEO) muncul sebagai bentuk natural dari cara kerja mesin pencari, yaitu Menemukan Informasi Yang Tepat terhadap maksud query atau pertanyaan yang dicari oleh user.

Pemilik website kemudian berlomba-lomba untuk mencantumkan informasi selengkap mungkin dalam website mereka, berharap informasi tersebut ditangkap oleh robot mesin pencari, dan menampilkan pada halaman hasil pencarian (Search Engine Result Page/SERP.red)

Cara ini dikenal sebagai strategi digital marketing yang murah, karena benar-benar membutuhkan pengelolaan informasi yang tepat dalam sebuah website.

Namun karena tingkat kemiripan informasi yang dimiliki, membuat pemilik web harus bersaing dengan mereka yang memiliki keunikan dalam penyampaian dan penjabaran kontennya.

Semua akan kembali kepada user, hendak membaca yang mana dari sekian banyak website yang muncul pada halaman pertama SERP tadi.

Search Engine Paid Ads

Untuk membantu pemilik bisnis yang tidak bisa melakukan proses Search Engine Optimisation dengan baik, para pemilik mesin pencari kemudian menyediakan alternatif agar situs atau informasi bisnis bisa ada di halaman pertama SERP.

Yaitu dengan menyediakan area iklan komersil diantara hasil penelusuran. Hasil ini akan muncul sebanding dengan jumlah bid atau spending yang dikeluarkan oleh pemilik bisnis.

Manakala budget spending telah habis/kalah lelang, maka website tersebut kecil kemungkinan bisa berada di halaman pertama SERP.

SEO vs SEM, pilih mana?

Kemudian timbul dilema, mana yang harus dipilih untuk strategi marketing di mesin pencari?

Walau sama-sama menggunakan media halaman hasil pencarian, SEO dan SEM ternyata memiliki keunikan sendiri.

Saran dari saya adalah coba pertimbangkan budget yang anda miliki. Karena pengembangan bisnis tentu tidak lepas dari ROI yang dilakukan dalam semua aspek.

Jika anda memiliki budget yang terbatas, pertimbangkan untuk mengakusisi user melalui cara SEO yang lebih murah dan cenderung bisa bertahan lama (selama proses maintenance dan perawatan yang dikerjakan oleh orang SEO anda tepat) hasilnya di SERP.

Jika kemudian anda memiliki budget lebih, lakukan juga Paid Ads di mesin pencari, dengan begitu akan lebih meningkatkan akusisi user untuk halaman-halaman produk yang ingin anda maksimalkan konversinya.

Tentang Author

Radius Arianto adalah Vice President Public Relation di APSI. Secara aktif melakukan riset dan edukasi untuk perkembangan strategi SEO berfokus pada konten marketing. Kalian bisa menghubungi Radius melalui media sosial atau akun Linkedin pada tautan shor.by/radius.

Leave a Reply