• Post author:
  • Post category:Artikel

Ada sebuah frasa dalam sebuah film favorit Saya “Samurai X”, dimana sang tokoh menyebutkan

Katana adalah sebuah Alat, tergantung samurai yang menggunakannya untuk apa – Himura Kenshin

Layaknya sebuah pedang, seorang Praktisi Search Engine Optimisation juga melengkapi diri mereka dengan alat yang bisa membantu memenangkan persaingan SEO. Tools ini dikenal mampu memberikan insight berupa data yang bermanfaat dalam eksekusi kampanye organik mereka.

Bagi kalian yang bertanya tools apa yang paling bagus, mungkin artikel ini bisa menjadi salah satu rujukan, karena tools-tools tersebut juga direkomendasikan oleh mereka para Praktisi. Kira-kira ada tools apa saja?

Tools Analisa SEO Rekomendasi Para Praktisi di Indonesia

1. Google Search Console

Menjadi sebuah tools wajib yang direkomendasikan oleh rata-rata praktisi, tools ini cukup memberikan insight, bagi mereka yang memfokuskan strategi SEO pada platform mesin pencari terbesar di Dunia, selain Bing dan Yahoo.

source: https://developers.google.com/

Google Search Console adalah dashboard yang memberikan insight terkait ranking, impression, dan jumlah klik sebuah query yang berhasil di rekam oleh setiap halaman landing website kita. Tentu hal ini akan memberikan manfaat apabila kita melakukan Query targeting secara spesifik.

Dihalaman lain, kita bisa mendapatkan issue-issue yang mungkin mempengaruhi performa situs kita di hasil pencarian. Dengan adanya bagian Coverage Issue, Mobile First Indexing, kita diberi tahu bagian mana yang perlu perbaikan lebih lanjut agar situs kita bisa muncul secara optimal.

Tools ini direkomendasikan oleh Erwin Petas, SEO Lead dari Kumparan.com. Kumparan adalah situs media dengan berbagai macam query yang menjadi fokus untuk evergreen konten.

Ditambah situs besar seperti media perlu melakukan analisa daily untuk performance situs mereka, maka tools ini menjadi checklist baginya tiap kali melakukan audit.

2. SEMRush

SEMrush adalah tools berikutnya yang direkomendasikan oleh para Praktisi SEO. Dengan komunitas pengguna yang cukup besar dan kemampuannya untuk membantu analisa strategi Paid Marketing di Search Engine, tools ini cukup membantu bagi seorang Digital Marketing mengumpulkan data analisa dan pengambilan keputusan.

source: https://www.semrush.com/

Ditambah fitur untuk melakukan site audit yang mendalam, hingga toxic link dalam strategi link building. Hal ini cukup membantu para SEO Specialist dalam mengevaluasi strategi inbound dan outbound.

Tools ini direkomendasikan oleh Ryan Kristo Muljono, beliau adalah praktisi sekaligus Founder dari sebuah Agency ternama ToffeeDev. Beliau aktif untuk mengembangkan strategi SEO bersama tim, dengan melakukan inisiasi SEOCON di Indonesia, sebuah konferensi yang fokus membahas perkembangan Strategi SEO dengan menghadirkan pembicara yang kompeten.

Tahun ini SEOCON 2021 akan kembali di gelar, simak infonya melalui halaman ini

3. Screaming Frog

Bila membutuhkan tools untuk melakukan audit secara mendalam, terutama yang berkaitan dengan crawl sebuah URL, sebagian besar praktisi merekomendasikan satu tools yang sama.

source: https://www.screamingfrog.co.uk/

Screaming Frog memiliki kemampuan Teknologi Crawling yang mirip dengan teknologi Crawling Mesin Pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dan lainnya. Screaming frog bisa membantu membuat mapping untuk semua aspek penting SEO, seperti:

  • Konten Duplikasi, baik dari segi Judul, Deskripsi, hingga meta properti lainnya.
  • Melakukan analisa untuk status link apakah aktif, redirect permanent/sementara, hingga tidak bisa ditemukan (not found).
  • Membantu memeriksa kesehatan situs secara keseluruhan atau hanya sebagian struktur (jika web anda merupakan platform yang cukup besar).
  • dan masih banyak lainnya

Tools ini direkomendasikan oleh Miftahul Khoir, Digital Performance Lead dari KlikDokter.com. Sebagai sebuah situs kesehatan, menghadirkan informasi yang utuh tanpa ada halaman error atau hal-hal yang mempengaruhi user experience menjadi sebuah hal yang sangat penting.

Untuk itu tools ini cukup membantu baginya dalam mengembangkan performa organis artikel-artikel dan memantau secara keseluruhan performa SEO dan Digital Marketingnya.

4. Google Chrome Add On

Karena banyaknya add on, kami mencoba merangkum beberapa dalam satu poin bahasan.

Yahya Kus Handoyo, Digital Marketing yang cukup banyak berpengalaman mengembangkan strategi Digital Marketing melalui Organic Acquisition.

Saat ini, Yahya dan tim membantu banyak Brand mengembangkan Bisnis melalui agency Digital Marketing Impulse. Dia merekomendasikan beberapa addon atau plugin tambahan yang bisa membantu kita melakukan analisa SEO pada website kita.

Seperti Tag Assistant yang bisa membantu kita melakukan evaluasi, apakah instalasi Tag yang dilakukan pada website sudah tepat, atau tidak. Lalu ada SEO Meta in 1 Click, yang bisa kita manfaatkan untuk monitor implementasi Meta Information apakah sudah sesuai dengan yang kita harapkan. Masih ada Link Redirect Trace, Open SEO Stats, dan banyak plugin lain yang cukup membantu meringankan pekerjaan analisa seorang SEO Specialist.

5. Ahrefs

Tools yang sudah cukup familiar di Indonesia ini juga menjadi banyak rekomendasi para Praktisi.

source: https://ahrefs.com/

Ahrefs memiliki perjalanan panjang di Market Indonesia, mengingat kehadiran tools ini sudah penulis gunakan sejak tahun 2016 silam. Dan saya yakin tools ini sudah dikenal secara global lebih lama.

Ahrefs memiliki kemampuan Crawling untuk monitor Lost and Found Inbound dan Outbound dalam strategi Link Building. Karena kemampuan ini, Ahrefs sering penulis gunakan untuk melakukan reverse engineering terkait strategi Link Building yang digunakan oleh kompetitor. Dan beberapa website yang diterapkan cara ini cukup efektif dalam mendongkrak performa situsnya.

Ahrefs juga memiliki kemampuan untuk Track Keyword yang menjadi target kampanye SEO, pelacakan dan monitoring ini bisa dijadwalkan sesuai kebutuhan, mulai dari Harian, Mingguan, Hingga Bulanan.

Tentang Author

Radius Arianto adalah Vice President Public Relation di APSI. Secara aktif melakukan riset dan edukasi untuk perkembangan strategi SEO berfokus pada konten marketing. Kalian bisa menghubungi Radius melalui media sosial atau akun Linkedin pada tautan shor.by/radius.

This Post Has 2 Comments

  1. iBest

    Bagaimana dengan moz? Apakah tidak recommended?

    1. Admin

      Hi iBest, artikel ini dibuat berdasarkan survey kami kepada beberapa narasumber. Bukan berarti tools yang kamu sebutkan tidak rekomended, ya. Bisa jadi tools tersebut merupakan rekomendasi praktisi lain yang belum masuk pada postingan ini. Ada praktisi lain yang mungkin hendak kamu rekomendasikan untuk mengisi artikel ini? infoin ke APSIMIN ya.

Leave a Reply